Layanan Internet di Taman Teknologi
Taman Teknologi telah berhasil membedakan pemasaran properti mereka dengan menyesuaikan layanan dan infrastruktur mereka untuk memenuhi kebutuhan penyewa yang sebagian besar terdiri dari perusahaan teknologi. Namun, survei yang dilakukan oleh AGIT Consulting telah dilakukan ke berbagai taman teknologi di seluruh dunia untuk menentukan efektivitas layanan Internetnya yang mencakup penawaran broadband, IPTV, jaringan nirkabel, dan semacamnya. Yang terlihat sangat jelas adalah bahwa penyewa taman teknologi dari Irlandia, Inggris, Singapura, Malaysia, Thailand, dan India tidak terlalu puas dengan penawaran layanan di taman mereka. Faktanya, kecuali untuk beberapa taman teknologi, layanan Internet tetap sama seperti di luar taman.
Science Technology Parks (STP) telah teknofarm.net menjamur di seluruh dunia sejak 1950-an dimulai dengan pendirian pertama di Silicon Valley di University of Stanford. Awalnya tujuan pengembangan STP adalah untuk menghasilkan pendapatan. Saat ini, bagaimanapun, Taman Teknologi dianggap sebagai alat penting untuk pembangunan ekonomi. Alat seperti itu bahkan lebih dibutuhkan di negara seperti Malaysia yang ekonominya sedang memasuki tahap transformasi dari berbasis Pertanian dan Manufaktur menjadi berbasis pengetahuan.
Definisi
Taman Teknologi kadang-kadang disebut oleh orang lain sebagai Taman Riset, Technopole, Kawasan Teknologi dan berbagai lainnya. Untuk keperluan laporan ini, STP didefinisikan sesuai dengan definisi yang diberikan oleh International Association of Science Park (IASP) yang secara jelas menyatakan bahwa “Taman Sains dan Teknologi adalah habitat yang sempurna untuk bisnis dan institusi ekonomi pengetahuan global. & Taman Teknologi mempromosikan pembangunan ekonomi dan daya saing daerah dan kota dengan:
o Menciptakan peluang bisnis baru dan menambah nilai bagi perusahaan yang sudah matang
o Membina kewirausahaan dan inkubasi perusahaan inovatif baru
o Menciptakan lapangan kerja berbasis pengetahuan
o Membangun ruang yang menarik bagi pekerja pengetahuan yang muncul
o Meningkatkan sinergi antara universitas dan perusahaan ..
Komposisi klasik dari Science Technology Park adalah harus dirancang dengan tujuan sebagai berikut
1. untuk mendorong pembentukan dan pertumbuhan organisasi berbasis pengetahuan yang biasanya merupakan penghuni di lokasi
2. memiliki hubungan di antara penyewa yang terdiri dari Universitas, Lembaga Penelitian dan Perusahaan
3. untuk memiliki layanan nilai tambah lainnya bersama dengan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi
Tujuan terakhir akan menjadi fokus laporan ini. Berbagai STP telah menyatakan bahwa layanan dan fasilitas, yaitu infrastruktur yang disediakan oleh taman mereka berkualitas tinggi, jika bukan kelas dunia. Demikian klaim yang dibuat oleh STP dari Edinburgh Technopole, Northern Ireland Science Park, dan berbagai lainnya. Pengertian kualitas juga harus diartikan bahwa infrastruktur fisik yang disediakan oleh STP memenuhi kebutuhan pelanggannya atau dalam hal ini penyewa di taman yang terdiri dari perusahaan Multinasional dan kecil menengah baik lokal maupun internasional. Tujuan dari laporan ini adalah untuk menilai apakah beberapa infrastruktur fisik Taman Teknologi berkualitas tinggi. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan mengukur keberhasilan Taman Teknologi itu sendiri, seperti jumlah penyewa yang dihasilkan dibandingkan dengan tujuannya. Namun, proposal ini malah akan melakukan penelitian yang akan menilai apakah infrastruktur fisik yang disediakan sudah cukup memenuhi persyaratan penyewa melalui survei. Dari survei tersebut juga akan dikumpulkan bukti apakah infrastruktur tersebut khususnya layanan internet yang terdiri dari dial up, broadband, wireless dan nilai tambah seperti IPTV berkontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara.
Hasil Studi
Berdasarkan hasil penelitian dengan dibantu perusahaan riset pasar yaitu AGIT Consulting, ringkasan temuannya adalah sebagai berikut:
70% penyewa di Irish Blanchardstown Tech Park puas dengan layanan Internet mereka secara umum. Sedangkan di Singapura 63% dan di Malaysia 60%, negara-negara lain mendapat skor buruk dengan Thailand 35% dan India, Thailand dan UEA masing-masing 10 dan 15%. Alasan utama ketidakpuasan di Irlandia adalah karena tingginya biaya Internet dan broadband secara umum dan seperti yang digambarkan oleh salah satu penyewa, tidak ada perbedaan antara menggunakan Internet di dalam atau di luar taman. Negara-negara seperti Malaysia dan Singapura menyebutkan bahwa efisiensi biaya dan layanan sebagai masalah utama sementara di Uni Emirat Arab, penyewa lebih tidak puas dengan terbatasnya jumlah Penyedia Layanan Internet yang tersedia untuk dipilih. Namun di India, yang utama
Penyewa Malaysia di Cyberjaya percaya bahwa penyedia layanan tambahan yang tersedia hanya untuk Cyberjaya serta jumlah layanan LAN nirkabel gratis yang tersedia adalah poin bagus utama untuk layanan Internet di dalam taman. Di India, penyewa ITPL memandang layanan Internet secara positif dalam hal harga yang ditawarkannya.
Sebagian besar penyewa menganggap layanan Internet lebih penting daripada Transportasi dan utilitas yang disediakan di dalam taman mereka kecuali untuk penyewa di Irlandia di mana 62% menganggap listrik dan pasokan air lebih penting. Namun semua penyewa menganggap lokasi taman serta fasilitasnya menjadi masalah paling penting saat berada di taman.
Comments
Post a Comment