Permasalahan Pendidikan, Kecerdasan Serta Kebijakan
Saya tetap tertarik dengan subyek intelijen. Untuk seorang anak, ibu saya akan menyebutkan saya "pandai, " tapi saya selekasnya mengetahui jika semua orangtua menyebutkan beberapa anak mereka untuk pandai. Pada saatnya saya akan mendapatkan jika semua anak tidak pandai, sama dengan semua bayi tidak lucu. Bila itu permasalahannya, kita akan mempunyai dunia yang sarat dengan beberapa orang cantik serta pintar - yang tidak kita punya.
Sebagian dari kita pandai ; tapi tidak secerdas yang kita pikirkan, serta lainnya semakin pandai dari keliatannya, yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana kita mendeskripsikan pintar? Apa yang membuat seorang semakin pandai dari lainnya? Kapan "kecerdasan jalanan" semakin penting dibanding "kecerdasan buku"? Dapatkah Anda jadi pandai serta bodoh? Apa jadi pandai semakin adalah impak langsung dari genetika, atau lingkungan seorang?
Lalu ada permasalahan pendidikan, kecerdasan serta kebijakan. Apa berarti berpendidikan tinggi? Apa ketidaksamaan di antara berpendidikan tinggi serta benar-benar pintar? Apa berpendidikan tinggi dengan cara automatis membuat Anda benar-benar pintar? Dapatkah seorang jadi benar-benar pintar tanpa ada berpendidikan tinggi? Apa IQ betul-betul bermakna suatu hal? Apa yang membuat seorang arif? Kenapa kebijakan umumnya dihubungkan dengan umur tua?
Kemauan saya untuk cari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memberikan inspirasi banyak jam riset intens yang mencakup membaca 6 buku, beberapa ratus dokumen riset, serta berjam-jam di Internet ; yang berarti bila dibanding dengan waktu studi serta riset sebagai perintis dalam bagian kecerdasan serta pendidikan seperti Howard Gardner, Richard Sternberg, Linda S. Gottfredson, Thomas Sowell, Alfie Kohn, serta Diane F. Halpern yang karyanya diambil dalam artikel ini.
Arah saya simpel: Kumpulkan, mensintesis, serta menyediakan data mengenai apa berarti jadi pintar, berpendidikan, serta pintar hingga bisa dimengerti serta dipakai oleh siapapun untuk keuntungan mereka.
Dengan mengingat ini materi belajar sma , tidak ada tempat yang lebih bagus (atau bisa lebih pas) untuk mengawali dibanding diawalnya kehadiran kita: untuk janin dalam rahim.
Terdapat beberapa bukti jika mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi sebelum serta semasa kehamilan penting untuk membuat otak prenatal. Beberapa periset sudah mendapatkan jalinan yang kuat di antara kandungan zat besi yang rendah semasa kehamilan serta pengurangan IQ. Makanan kaya zat besi termasuk juga kacang lima, kacang merah, kacang pinto, bayam, asparagus, brokoli, makanan laut, kacang-kacangan, buah-buahan kering, oatmeal, serta sereal yang diperkaya.
Beberapa anak dengan posisi zat besi rendah di rahim (di rahim) mendapatkan score semakin rendah pada tiap tes serta mempunyai potensi bahasa yang dengan cara relevan semakin rendah, ketrampilan motorik halus, serta traktabilitas dibanding beberapa anak dengan tingkat zat besi prenatal yang semakin tinggi. Pokoknya, perawatan prenatal yang pas penting untuk peningkatan ketrampilan kognitif.
Riset sudah memperlihatkan jika biasanya pemaparan janin manusia pada gelombang ultrasound dihubungkan dengan pengurangan berat tubuh bayi baru lahir, kenaikan frekwensi kidal, serta keterlambatan bicara.
Sebab energi ultrasonik ialah getaran mekanik frekwensi tinggi, beberapa periset berhipotesis jika itu kemungkinan memengaruhi migrasi neuron pada janin yang sedang bertumbuh. Neuron pada mamalia bertumbuh biak diawalnya perubahan janin dan bermigrasi ke arah akhir mereka. Masalah atau masalah apa saja dalam proses ini bisa mengakibatkan peranan otak tidak normal.
Perusahaan komersil (yang lakukan ultrasound untuk arah "keepake") saat ini membuat mesin ultrasound yang semakin kuat yang dapat memberi gambar 3D serta 4D yang terkenal. Tetapi, mekanisme ini berjalan semakin lama sebab mereka coba membuat video janin dalam rahim semasa 30 menit.
Majalah saluran penting New Scientist memberikan laporan yang berikut: Pemindaian ultrasound bisa hentikan sel membelah serta membuat bunuh diri. Pemindaian teratur, yang sangat mungkin dokter melihat janin serta organ dalam semasa 40 tahun paling akhir, mengubah siklus sel normal.
Di situs situs FDA, info ini di-publish mengenai ultrasound:
Sesaat USG sudah ada sepanjang tahun, wanita hamil serta keluarga mereka perlu tahu jika dampak periode panjang dari paparan USG berulang-ulang pada janin tidak seutuhnya diketahui. Mengingat semua yang belum juga diketahui, lakukan USG prenatal untuk fakta non-medis bukan inspirasi yang baik.
Sebagian dari kita pandai ; tapi tidak secerdas yang kita pikirkan, serta lainnya semakin pandai dari keliatannya, yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana kita mendeskripsikan pintar? Apa yang membuat seorang semakin pandai dari lainnya? Kapan "kecerdasan jalanan" semakin penting dibanding "kecerdasan buku"? Dapatkah Anda jadi pandai serta bodoh? Apa jadi pandai semakin adalah impak langsung dari genetika, atau lingkungan seorang?
Lalu ada permasalahan pendidikan, kecerdasan serta kebijakan. Apa berarti berpendidikan tinggi? Apa ketidaksamaan di antara berpendidikan tinggi serta benar-benar pintar? Apa berpendidikan tinggi dengan cara automatis membuat Anda benar-benar pintar? Dapatkah seorang jadi benar-benar pintar tanpa ada berpendidikan tinggi? Apa IQ betul-betul bermakna suatu hal? Apa yang membuat seorang arif? Kenapa kebijakan umumnya dihubungkan dengan umur tua?
Kemauan saya untuk cari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini memberikan inspirasi banyak jam riset intens yang mencakup membaca 6 buku, beberapa ratus dokumen riset, serta berjam-jam di Internet ; yang berarti bila dibanding dengan waktu studi serta riset sebagai perintis dalam bagian kecerdasan serta pendidikan seperti Howard Gardner, Richard Sternberg, Linda S. Gottfredson, Thomas Sowell, Alfie Kohn, serta Diane F. Halpern yang karyanya diambil dalam artikel ini.
Arah saya simpel: Kumpulkan, mensintesis, serta menyediakan data mengenai apa berarti jadi pintar, berpendidikan, serta pintar hingga bisa dimengerti serta dipakai oleh siapapun untuk keuntungan mereka.
Dengan mengingat ini materi belajar sma , tidak ada tempat yang lebih bagus (atau bisa lebih pas) untuk mengawali dibanding diawalnya kehadiran kita: untuk janin dalam rahim.
Terdapat beberapa bukti jika mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi sebelum serta semasa kehamilan penting untuk membuat otak prenatal. Beberapa periset sudah mendapatkan jalinan yang kuat di antara kandungan zat besi yang rendah semasa kehamilan serta pengurangan IQ. Makanan kaya zat besi termasuk juga kacang lima, kacang merah, kacang pinto, bayam, asparagus, brokoli, makanan laut, kacang-kacangan, buah-buahan kering, oatmeal, serta sereal yang diperkaya.
Beberapa anak dengan posisi zat besi rendah di rahim (di rahim) mendapatkan score semakin rendah pada tiap tes serta mempunyai potensi bahasa yang dengan cara relevan semakin rendah, ketrampilan motorik halus, serta traktabilitas dibanding beberapa anak dengan tingkat zat besi prenatal yang semakin tinggi. Pokoknya, perawatan prenatal yang pas penting untuk peningkatan ketrampilan kognitif.
Riset sudah memperlihatkan jika biasanya pemaparan janin manusia pada gelombang ultrasound dihubungkan dengan pengurangan berat tubuh bayi baru lahir, kenaikan frekwensi kidal, serta keterlambatan bicara.
Sebab energi ultrasonik ialah getaran mekanik frekwensi tinggi, beberapa periset berhipotesis jika itu kemungkinan memengaruhi migrasi neuron pada janin yang sedang bertumbuh. Neuron pada mamalia bertumbuh biak diawalnya perubahan janin dan bermigrasi ke arah akhir mereka. Masalah atau masalah apa saja dalam proses ini bisa mengakibatkan peranan otak tidak normal.
Perusahaan komersil (yang lakukan ultrasound untuk arah "keepake") saat ini membuat mesin ultrasound yang semakin kuat yang dapat memberi gambar 3D serta 4D yang terkenal. Tetapi, mekanisme ini berjalan semakin lama sebab mereka coba membuat video janin dalam rahim semasa 30 menit.
Majalah saluran penting New Scientist memberikan laporan yang berikut: Pemindaian ultrasound bisa hentikan sel membelah serta membuat bunuh diri. Pemindaian teratur, yang sangat mungkin dokter melihat janin serta organ dalam semasa 40 tahun paling akhir, mengubah siklus sel normal.
Di situs situs FDA, info ini di-publish mengenai ultrasound:
Sesaat USG sudah ada sepanjang tahun, wanita hamil serta keluarga mereka perlu tahu jika dampak periode panjang dari paparan USG berulang-ulang pada janin tidak seutuhnya diketahui. Mengingat semua yang belum juga diketahui, lakukan USG prenatal untuk fakta non-medis bukan inspirasi yang baik.

Comments
Post a Comment